Category Kesehatan

8 Makanan Sehat dengan Nutrisi yang Dibutuhkan oleh Ibu Hamil

Hamil adalah salah satu hal yang paling membahagiakan bagi pasangan yang sedang menantikan si buah hati. Tentu apa saja akan dilakukan demi menjaga kesehatan dan kenyamanan yang akan dirasakan oleh anak yang berada di dalam kandungan. Nah, bagi Anda yang sedang menantikan momen bahagia ini. Ada pentingnya untuk memperhatikan asupan-asupan gizi yang diperlukan, agar si Ibu selalu sehat dan kandungan semakin kuat. Berikut ini penjelasan mengenai 10 jenis makanan yang dibutuhkan oleh Ibu hamil :
  1. Ubi-ubian
Mungkin Anda baru mendengar informasi ini, namun siapa sangka ternyata ubu-ubian mampu menjadi makanan yang sehat bagi si Ibu hamil. Ubi dipercaya mengandung banyak serat bergizi yang sangar berguna untuk memenuhi kebutuhan vitamin c, zat besi, vitamin B6, potasium, dan juga beta karoten. Semua kandungan tersebut sangat baik untuk tumbuh kembang si bayi semasa berada di dalam kandungan. Maka dari itu, silahkan olah ubi-ubian tersebut menjadi hidangan yang mampu meningkatkan nafsu makan Anda.
  • Nasi merah
Selain ubi, nasi merah juga ternyata sangat bermanfaat untuk para Ibu hamil. Kadar karbohidrat yang terkandung di dalamnya, mampu melengkapi kebutuhan serat dan vitamin E yang sangat dibutuhkan oleh Ibu dan bayi. Jika Anda merasa tidak nyaman dengan beras merah, Anda bisa menggantinya dengan gandum yang diolah menjadi makanan-makanan yang enak untuk dikonsumsi.
  • Daging
Pemilihan daging di sini bukanlah daging yang sembarangan, pastikan daging yang Anda konsumsi adalah daging yang bebas lemak. Karena daging dengan kadar lemak yang rendah, mampu memberikan asupan vitamin B6 yang tentu saja sangat baik untuk pertumbuhan otak dan jaringan pada bayi. Selain membantu pertumbuhan jaringan dan otak, daging tanpa lemak juga sangat berguna untuk membantu menjaga kesehatan sel darah merah dan juga kesehatan saraf. Namun harus digarisbawahi, bahwa tidak semua Ibu hamil boleh mengkonsumsi daging. Maka dari itu, pastikan Anda mengkonsultasikan terlebih dahulu ke dokter Ibu hamil atau dokter kandungan untuk mendapatkan informasi yang akurat setelah pemeriksaan berlangsung.
  • Oatmeal
Selain ubi dan daging, makanan yang banyak mengandung vitamin B6 adalah oatmeal. Ternyata oatmel ini kaya sekali akan protein, serat, dan juga vitamin B6. Banyak dokter yang menyarankan Ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan ini agar tubuh dan bayi memiliki energi tambahan ketika beraktifitas.
  • Telur
Ketika memasuki 4 bulan usia kandungan, biasanya Ibu akan dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi telur. Hal ini dilakukan agar tubuh mendapatkan asupan protein dan zat kolin yang cukup untuk tubuh. Selain itu dengan mengkonsumsi telur, Anda bisa berperan untuk menurunkan resiko lahir cacat yang bisa menyerang bayi.
  • Kacang
Bagi Anda wanita hamil dengan masalah pencernaan atau sembelit, ada baiknya jika Anda memperbanyak konsumsi kacang-kacangan untuk menambah serat sehingga bisa membantu mengatasi sembelit yang menyerang. Selain mengandung serat, kacang-kacangan ternyata juga mengandung zat kalsium, seng, folat, dan zat besi yang sangat baik untuk si bayi.
  • Pisang
Buah yang selama ini sangat dianjurkan bagi si ibu hamil adalah pisang, mengapa demikian? Ternyata pisang mengandung vitamin B6 yang sangat berguna untuk pembentukan sel darah merah. Jika anda mengkonsumsi secara teratur buah pisang ini, maka Anda bisa mengurangi resiko kaki bengkak selama trimester ketiga.
  • Ikan salmon
Selain daging, makanan berat yang bisa Anda konsumsi sebagai asupan nutrisi terbaik adalah ikan salmon. Nyatanya ikan salmon ini mengandung banyak sekali manfaat bagi tubuh dan kandungan. Adanya asam lemak omega 3 dan protein baik, mampu membantu perkembangan otak bayi sehingga bisa meningkatkan kemampuan motorik dan juga mengurangi atau mencegah bayi memiliki masalah neurologis yang tentunya akan mengganggu kesehatan mereka. Nah, itulah beberapa asupan yang sangat penting untuk menjaga nutrisi dalam tubuh si ibu dan bayi. Agar tidak terjadi kesalahan, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kandungan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat. Read More